Senin, 27 Oktober 2014

Lebih Rileks Minum Teh Bersama

HAMPIR di berbagai belahan dunia, teh dianggap bagian dari sejarah, budaya, status, dan kepribadian bangsa termasuk Indonesia. Teh juga menjadi hidangan yang umum disajikan kepada para tamu di tengah perbincangan formal ataupun informal. Gaya itulah yang dipilih Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) saat mengumumkan susunan kabinet yang akan membantunya kepada publik, sore ini.

"Sebanyak 34 nama menteri terpilih datang ke Istana Merdeka.Suasana perkenalan akan berlangsung santai dan hangat sembari menikmati teh di sore hari,“ kata mantan Deputi Tim Transisi Andi Widjajanto di Istana Negara, kemarin.

“Perkenalan lebih informal, buat suasana cair di antara 34 menteri. Minum teh sore bersama, saling perkenalkan diri dalam suasana yang rileks,“ tambah Andi.

Di dalam kesempatan itu, lanjutnya, disampaikan pula perihal acara pelantikan yang akan dilakukan besok pukul 11.00 WIB dan dilanjutkan rapat kabinet pada pukul 14.00.

“Nanti akan ada pemaparan sedikit tentang pelaksanaan pelantikan untuk Senin dan meminta para menteri untuk langsung siap bekerja esok harinya. Jadi tidak perlu ada upacara macam-macam di setiap kementerian,“ paparnya. Saat dihubungi secara terpisah, pengamat komunikasi politik dari Universitas Pelita Harapan Emrus Sihombing menilai gaya komunikasi politik yang dipilih Jokowi lebih mendekatkan pada sisi humanis dan produktivitas.

Berbincang-bincang sambil minum teh bersama, katanya, akan mengesankan seorang pemimpin lebih dekat dengan bawahannya. “Gaya informal dengan duduk satu meja sambil minum teh itu merupakan bentuk kebersamaan. Kalau dengan gaya formal, lebih tampak ada jarak antara pemimpin dan bawahan,“ tambah Emrus.

Dengan suasana yang santai dan tidak kaku, menurutnya, seseorang biasanya lebih terbuka mengungkapkan pembicaraannya. Dengan cara itu, sambung dia, diharapkan segala permasalahan juga lebih mudah mendapat solusi. “Baru langkah formalnya saat keputusannya,“ pungkasnya. (Astri Novaria/X-8) Media Indonesia, 26/10/2014, Halaman : 1