Kamis, 20 November 2014

Dipandang Sedap Disantap Enak

Patissera, berasal dari kata patisserie, bermakna kue dan serra, artinya masa datang. Jadi, mari menikmati aneka kue yang akan tren pada 2015 mendatang Namun, tak seperti warga Korea yang harus menekan selera buat memastikan makanannya sehat, menikmati potongan piza stroberi itu enak dan asupan buah didapat sekaligus.

FONDANT merah dan cokelat itu di bentuk mudah saja oleh Koki Rona Kairupan. Sekali tarik dengan jari, kipas dengan lipatan-lipatan halus dari campuran gula dan aneka bahan pelapis kue itu terbentuk dan siap disematkan di atas cupcake. Lalu, ada pula piza dengan taburan stroberi segar di atasnya yang ditata rapi di meja lainnya dan menarik perhatian peserta Patissera 2014, para koki dari berbagai hotel dan bakery, serta para pengusaha kue yang berbisnis mandiri, mayoritas berbasis online.

Balai Kartini, Kamis (23/10), pun meriah.Meja-meja yang diisi para koki pastry berjajarjajar menawarkan aneka teknik baru. Mereka berdiskusi intens dengan para peserta acara yang digelar Gandum Mas Kencana (GMK) itu. Aneka rupa pastry, cake, dan dessert yang tampil warna-warni dan dipamerkan dikupas dengan detail teknik pembuatan dan formula pembuatannya.

Rona Kairupan, Senior Technical Advisor and Consultant GMK yang punya spesialisasi di roti dan cake, serta koki-koki lainnya, dihadirkan khusus buat membagi tren dan resep kepada mereka yang bergiat di bidang kue-kue jelita itu.

Namun, bukan cuma teknik Rona dan koki-koki lainnya yang membuat para peserta Patissera bahagia. Ada pula pemaparan tentang perkembangan dunia pastry di Korea Selatan. Batasi waralaba masyarakat Korea Bagaimana masyara beralih dari nasi ke aneka kerelaan mepastry, serta kere memburu maka reka yang memb nan-makanan mahal nan-makan tetapi tak terlampau membangkitkan selera karena ada llabel sehat di atasnya?

“Lalu di Ko “L rea ada pula re gerai bakery ge Tous Le Jour yang J asli Korea a d e n g a n 1.500 gerai 1.
dan Paris Baguett Bagu yang juga tokonya to sa ngat banyak sehingga akhirnya pemerintah mendorong mereka mengembangkan franchise di luar Korea agar 7.000 toko bakery berskala kecil bisa bertahan,“ kata Kimki Sol, Pemimpin Redaksi Majalah Bakery yang terbit bulanan di Korea Selatan.

Kisah tentang perkembangan bakery di Korea yang terus bergeliat itu dan wahana-wahana diskusi teknik itu, kata Susanna Solichin, Presiden Direktur GMK, menjadi agenda utama Patissera yang menurut rencana akan digelar setiap tahun. “Ini adalah festival dan inspirasi yang kami datangkan dari Korea yang dunia pastry-nya berkembang pesat, sebagai upaya menghadirkan inspirasi tentang tren 2015 mendatang,“ kata Susanna.

Terlalu bagus untuk dimakan Teknik-teknik membuat fondant-fondant beraneka warna yang terbuat dari campuran gula, gelatin, glukosa, gliserin, dan shortening itu menjadi topik utama. Rasa dasarnya memang manis karena persentase terbesarnya ialah gula.

Namun, fondant-fondant aneka warna yang kemudian melapisi kue yang terbuat dari ubi dikukus serta dipadukan mentega berwujud karakter Pororo dan kawan-kawannya. Itu paling menarik perhatian. Rasa manis dan gurih berpadu harmoni, tetapi dekorasi dari Colatta Compound beraneka warna, mulai putih, merah muda, hingga warna wortel itu sukses melapisi kue tersebut dengan imutnya.

Penguin berbulu biru dengan kacamata dan topi oranye muda itu rasanya terlalu sayang buat dilahap. Teknik yang mumpuni dan bahanbahan terbaik membuat kue itu pastinya akan lebih lama dipandangi sebelum akhirnya direlakan buat dikunyah.

Ada pula Straberry Pizza yang tampil meriah dengan potongan stroberi yang menggoda selera. Bahan piza yang terbuat dari terigu protein sedang dan tinggi, garam, gula pasir, Haan Whiptopp Baking and Cooking, serta air es membuatnya menyisakan sedikit rasa manis.Aksennya, 300 gram stroberi yang dibelah dipadukan keju Mozarella. Stroberi dan keju itu kemudian disiram saus yang terdiri dari puree stroberi, gula pasir, dan maizena.

Stroberinya tentu meninggalkan jejak manis dan sedikit asam, tetapi kehadiran Mozarella tetap membuat piza itu tampil orisinal.

Pesona piza bertabur stroberi tersebut bisa jadi mewakili ungkapan Sol tentang tren pastry di Korea juga dunia yang mengarah pada Healthy Veggie. Namun, tak seperti warga Korea yang harus menekan selera buat memastikan makanannya sehat, menikmati potongan piza stroberi itu enak dan asupan buah didapat sekaligus.Ombre Deco Roll Ini juaranya! Salah satu yang paling menarik perhatian adalah Ombre Deco Roll, bolu gulung dengan isian stroberi di dalamnya. Warna cokelat muda yang berpadu dengan kuning muda menandakan kualitas rasa yang terjaga optimal.

Manisnya pas, tak terlampau kentara sehingga menimbulkan nimbulkan rasa bersalah saat mengunyahnya, , dengan paduan rasa segar dari belahan stroberi ri di dalamnya. Bolu bergaya Jepang ini dibuat dari ari tiga komponen adonan, tepung terigu, minyak ak sayur dan vanila sebagai bahan pembuat kue e utama. Lalu, ada putih telur serta chocoart oranye nye buat dekorasi warna serta isian dari stroberi„ krim keju dan vanila grated.

Tahun depan, epan, akan ada compound cokelat premium yang ng akan dirilis GMK, melengkapi total produksisi 30 ribu ton. Tepung gtepung premix yang siap dipakai untuk membuat aneka kue serta cokelat itu, sebagian besar berasal dari kebun-ke ke bun para petani etani negeri ini, dari Jawa Timur hingga a Bali. Di tangan para koki dann pecinta pastry menjadi penganan-penganan ganan-penganan sedap di mata ta dan memuaskan selera. (M-3) M-3) Media Indonesia, 16/11/2014, halaman 23