Kamis, 29 Mei 2014

Sajian Kopi Dingin

Meski sajian kopi panas dianggap lebih nikmat, produk minuman kopi dalam kemasan yang disajikan dingin ternyata tetap menarik minat. SEBUAH survei kecil-kecilan yang digelar oleh Life’s Little Mysteries menyebutkan bahwa 79% responden menyukai kopi yang disajikan panas, sedangkan 19% responden lainnya memilih sajian kopi dingin. Hanya sedikit yang menganggap sajian kopi bersuhu ruang lebih enak untuk dinikmati.

Preferensi itu tak terlepas dari persepsi rasa yang dihasilkan oleh reseptor indra pengecap kita. Mengutip laman Livescience.com, sebuah studi yang dilakukan Laboratory of Ion Channel Research Kuba menemukan bahwa reseptor pada lidah lebih sensitif terhadap rasa ketika minuman disajikan dalam suhu 20-35 derajat celsius. Artinya, indra pengecap kita tak selalu mengenali molekul dari minuman yang disajikan dengan suhu di atas atau di bawah rentang tersebut.

Jika dikaitkan dengan sajian kopi panas, lidah kita ternyata tidak terlalu sensitif mengenali rasa pahit yang ada dalam kopi. Studi lain menyoroti alasan lain di balik persepsi ‘lebih nikmat’ saat menyesap kopi panas.

Penelitian Universitas Rutgers menyatakan bahwa persepsi tersebut terjadi karena pengaruh aroma kopi. Itu sejalan dengan penelitian yang dipaparkan. Meski begitu, sajian kopi dingin tetap banyak peminat. Salah satu indikator terlihat dari peningkatan penjualan minuman kopi siap minum.

Laporan SWA menyebutkan bahwa nilai pasar minuman kopi siap minum ini mencapai Rp 800 miliar pada 2009. Studi yang dilakukan Mars Indonesia menyebutkan bahwa nilai pasar minuman kopi siap minum ini bahkan lebih dari Rp1 triliun dengan tingkat pertumbuhan mencapai dua digit dalam delapan tahun terakhir. Tak mengherankan jika lebih dari 50 perusahaan dan 60 merek memperebutkan bisnis ini.
Para produsen minuman dalam kemasan bersaing dengan menghadirkan berbagai varian rasa dan kemasan. Kemasan tetrapak paling banyak digunakan. Tapi, kemasan lain berupa botol plastik, cup plastik, dan kemasan kaleng mulai banyak dipakai. Dengan kemasan tersebut, sajian kopi panas tentu tak memungkinkan.

Target utama konsumen produk tersebut ialah mereka yang ingin hasil instan. Persaingan yang semakin ketat ditambah waktu yang terbatas membuat tuntutan terhadap produk instan tak terhindarkan. Menyesap kopi panas dalam waktu singkat tentu tak mungkin dilakukan, kecuali lidah Anda memang kebal terhadap panas.
Demi merebut pangsa pasar tersebut, PT Suntory Garuda Beverage menghadirkan produk terbarunya yang dinamai De’Koffi e. Produk minuman dalam kemasan ini memiliki butiran biji kopi berukuran mikro. Tujuannya ialah menampilkan kopi yang bertekstur lebih kental dan kaya rasa.

Produk itu dikemas dalam botol berukuran 130 ml dengan tiga varian rasa. Ukuran relatif kecil ini bisa diminum dalam satu tegukan. Hal itu dianggap tepat dalam menjawab kebutuhan konsumen yang membutuhkan asupan kafein dalam waktu cepat. Kafein sendiri diyakini mampu membangkitkan kembali konsentrasi dari peminumnya.
“Agar konsumen pencinta kopi dapat menemukan rasa terbaik, kami sarankan untuk menikmatinya dalam keadaan dingin dengan tidak lupa mengocok botol sebanyak lima kali sebelum diminum,” tukas Group Product Manager PT Suntory Garuda Beverage, Fenny Kusnaidy, beberapa waktu lalu.(S-1) - Media Indonesia, 23/05/2014, halaman 25