Rabu, 21 Mei 2014

Rasa Sisilia di Bintaro

Italia tampil paripurna, bahkan cita rasa dari dapur rumah ibu sang pemilik di Pulau Sisilia dihadirkan di sini. MARI menyerap rasa cinta dari sajian karya pasangan Maria Coglitore, 42, dan Pino Cog litore, 57, di Signora Pasta. Kehangatan itu bahkan terasa dari suasana restoran yang menyajikan kuliner tradisi Italia itu. Kami menyambangi restoran di Bintaro Entertaiment Centre, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (14/5) lalu. Kisah Signora Pasta berawal dari pertemuan Maria yang berdarah Palembang dengan Pino yang asli Sisilia, Italia. Mereka jatuh cinta, menikah lalu sempat hijrah ke Italia selama satu dekade. Di sana, mereka berbisnis desain sepatu.

Di sana, Maria juga belajar memasak makanan Italia orisinil dari ibu mertuanya. Pasangan dengan tiga putri ini kemudian memutuskan menetap di Indonesia. Karena keduanya hobi makan dan memasak, akhirnya bisnis restoran Italia yang berfokus ke menu rumahan autentik jadi tumpuan hidup mereka. Signora Pasta dirintis pada 2011. Awalnya, didirikan di Cirendeu, Tangerang. Cabang kedua di Bintaro berdiri mengikuti. Untuk menjaga cita rasa, 80% bahan didatangkan dari Italia, seperti keju hingga bumbu-bumbu. Kendati begitu, harga tetap dibanderol mulai Rp11 ribu hingga Rp79 ribu. Itulah yang membuat banyak pelanggan nya, yang mayori tas warga lokal, tetap setia. Di sini, rasa autentik Ita lia berpadu dengan harga bersahabat.

Pelengkapnya, alu nan musik khas Ita lia yang mengalun lembut. Menu andalan Jajaran signature dish alias makanan andalan dipercayakan pada menu dari Sisilia, pulau di sisi selatan Italia, tanah kelahiran Pino. Kami menjajalnya. Rangkaian jamuan itu dibuka dengan bucatini con le sarde, spageti yang ditumis dengan potongan ikan sarden, minyak zaitun, dan bumbu sederhana lainnya bersama daun dill. Rasanya begitu bernuansa laut nan segar.

Menu ini hanya dibanderol Rp29.500. Ada juga fettuccine alla diavola, diracik dengan potongan jamur bellpepper, minyak zaitun, bawang putih, dan saus signora's salsa. Ada irisan cabai segar di atasnya. Pedas, tapi sedap! “Tak semua orang Italia suka pedas. Ini khas daerah Sisilia, karena pengaruh lokasi mereka yang dekat Arab sehingga terpengaruh rempahnya,“ ungkap Maria.
Berikutnya, scaloppin all'aceto balsamico serta secondi piatti. Daging sapi fillet yang diberi sedikit tepung, lalu digoreng sebentar, kemudian ditumis bersama jamur, garam serta cuka balsamik. Menu itu disajikan dengan roti buatan tim dapur Signora Pasta yang diberi minyak zaitun dan oregano di atasnya. Menu ini dikreasikan Pino buat mengingat masa kecilnya di Sisilia.

Tidak kalah enaknya, es krim khas Sisilia, yakni cassata cisiliana. Sajian penutup buatan sendiri itu terdiri dari dua rasa, rasa stroberi dan vanila dengan sensasi rasa jeruk di dalamnya. Lagi-lagi, menu itu penanda kekayaan kuliner Sisilia.
Tahap demi tahap Merupakan kebiasaan di Italia untuk menyantap rangkaian menu satu demi satu.
Jadi, jika urutan itu dipatuhi, di Signora Pasta, jamuan selalu dibuka dengan menu yang didominasi karbohidrat.
Menu pembuka itu serbaroti, disebut panini. Kami memilih jenis bruschetta, roti lembut buatan sendiri dengan potongan tomat segar berbumbu di atasnya. Menu itu dihargai Rp11.500.

Selanjutnya, giliran menu le nostre pizze alias piza. Kali ini, kami memilih piza al quattro formaggi, dengan topping empat jenis keju yang didatangkan langsung dari Italia. Piza gurih itu menjadi primadona di Signora Pasta. Harganya, Rp67.500, berisi delapan potong. Tak ketinggalan, Signora pizza seharga Rp76 ribu. Ada saus tomat, potongan daging sapi, daging spai asap, jamur bellpaper, juga keju mozarella di atasnya. Dua gaya piza itu juga bisa dinikmati dalam satu loyang, karena ada pilihan itu buat mereka yang kerap bimbang.

Setelah itu, barulah masuk ke menu secondi piatti, menu yang dominasi daging, sesudah menu karbohidrat dituntaskan. Menu-menu itu, yakni scaloppin all'aceto balsamico, saloppine di pollo al funghi atau gnocchi al pomodoro, pasta home made dengan bahan baku utama kentang. “Ini menu langka,“ kata Pino. Di daftar menu minumannya, ada pesca paradidiso yang dibuat dari buah peach, jeruk orange, dan soda. Gaya minuman minuman di sini memang bergaya cocktail, tapi alkohol diganti soda. Itu merupakan salah satu upaya untuk menegaskan Signora Pasta bersahabat buat warga mayoritas. Semua sedap, murah, dan orisinil di sini! (M-3) Media Indonesia, 18/05/2014, halaman : 24