Sabtu, 03 Mei 2014

REKOMENDASI Rempah Kita, karena Nusantara Kaya

BAGI penikmat masakan khas Nusantara, kini ada satu lagi koleksi tempat yang dituju, yakni Rempah Kita di lantai dasar Plaza Indonesia, Jakarta Pusat yang baru dibuka Kamis (10/4).
Restoran berkapasitas 200 kursi itu menyajikan ragam hidangan Nusantara, seperti makanan Minang, Bali, Manado, dan Yogyakarta. Para pengelana lidah bisa mencecap kelezatan ayam woku dan tumis bunga pepaya berbumbu pandan serta kemangi asal Manado, Sulawesi Utara.

Atau legitnya gudeg yogya yang berpadu dengan sambal goreng krecek dan opor ayam beserta saus areh (santan kental).

“Kita punya menu andalan, yakni Nasi Rempah Kita, terdiri dari nasi putih, pepes tahu, udang garing, ayam goreng, dan sambal selera (berisi campuran kacang panjang, terung, tempe dan udang),“ kata general manager sekaligus chef restoran Michael Irawan.

Konsep dari aneka hidangan Nusantara yang ditawarkan kepada pecinta kuliner Nusantara, tambah Michael, ialah menonjolkan kealamian dari rempah-rempah dan bumbu masakan setiap daerah.

“Jadi, makan di restoran ini jangan berharap mendapatkan hidangan dengan estetika seperti sajian ala makanan Barat, tapi tetap kita sajikan di atas wadah yang bagus,“ ujarnya sambil membawa satu porsi Nasi Rempah Kita.

Lebih lanjut, Michael menyajikan hidangan ringan kupat tahu mage lang. Menu tersebut terasa segar dengan aroma daun seledri cincang dan tahu pong panas khas Semarang. Tidak ketinggalan potongan bakwan udang dan siraman kuah petis menambah segar makanan tersebut.

Untuk hidangan pencuci mulut, Anda bisa menikmati ragam es campur tradisional, seperti dawet yang disiram dengan sirup gula jawa, santan, dan kopi espresso. Menu peranakan Selain menawarkan ragam selera Nusantara, Rempah Kita juga menyediakan aneka jenis makanan peranakan yang cita rasanya dilatarbelakangi masakan Tionghoa dan Belanda. Restoran yang letaknya satu lantai di atas Rempah Kita tersebut menyajikan bistik belanda yang terdiri dari empat jenis daging, yakni has dalam, daging cincang, lidah sapi, serta paha ayam.

Menu tersebut disajikan lengkap dihiasi selada, mentimun, kentang tumbuh khas rumahan, dan cincangan telur serta mayones.

Selain itu, mi kangkung atau asem-asem daging khas Semarang dapat menjadi pilihan hidangan berkuah yang segar. Tidak ketinggalan kudapan rolls snack lumpia Semarang, baik yang diisi cincangan rebung bersampur udang atau cincangan bengkuang dengan ayam.

Restoran yang berkonsep keluarga itu digagas oleh dua perempuan penggemar kuliner Shinta Irwan Hidayat dan Lili Setiadinata. Menurut Lili, selain membidik keluarga untuk hadir di restorannya, ia juga mau mengangkat kuliner Nusantara untuk generasi muda. “Supaya mereka tidak lupa makanan Indonesia,“ ujarnya.

Untuk itu, tambah Lili, ia mempunyai program khusus bagi pelajar, yakni makan sepuasnya dan berkali-kali hanya dengan Rp150 ribu per orang.

Mereka cukup menunjukkan kartu pelajar dan bayar Rp150 ribu. Setelah itu, tangan si pelajar akan distempel.

“Misalnya, mereka makan siang di restoran, kemudian keluar untuk main bowling atau nonton dulu di sekitar mal. Setelah lapar, mereka boleh balik lagi untuk makan sepuasnya. Bisa berkali-kali baliknya, tetapi cuma dalam hari itu saja,“ jelas Lili. (Ros/M-3) Media Indonesia, 20/04/2014, hal : 23