Selasa, 01 April 2014

Rasa Italia Gaya Warungan

Italia tampil bersahabat dalam rasa, suasana, dan harga di Seminyak. Inilah buah cinta perempuan Bali dan pria asal Sardinia, Italia.

ITALIA, bagian kultur Eropa yang lekat dengan citra elegan di benak publik negeri ini, tampil dalam wajah berbeda di kawasan Seminyak, Bali.
Karena itu, sebutan tempat makan Italia ala warteg bisa dilekatkan di warung pinggir Jalan Kunti bertuliskan Warung Italia itu. Siang itu, di awal pekan lalu, para pelanggan, sebagian besar berkulit putih alias bule, mengerubungi lemari kaca berisi beragam hidangan khas Italia.

Kendati bergaya warungan, tempat makan yang berdiri sejak 2004 itu tetap resik dan bergaya. Gaya warteg terlihat paling signifikan ketika para pengunjung memilih beragam menu yang ingin disantap. Tinggal tunjuk saja, pramusaji akan menyendokkan makanan itu ke piring.

Tahu diri tak banyak kenal makanan Italia, saya meminta rekomendasi sang pramusaji. Paduan makaroni keju panggang yang disiram dengan pollo stroganoff disebut sebagai menu favorit. Pollo stroganoff adalah salah satu jenis saus yang tersohor dalam kultur kuliner Italia. Terbuat dari potongan ayam, jamur, kri dan bawang bombai.

Ada pula salad bayam, buncis, tomat, atau wortel. Di jajaran makanan berat, ada pula lasagna seharga Rp22 ribu per potong. Di dekatnya, ada patate grill atau kentang panggang, cannelloni yang terbuat dari racikan pasta, bayam, ricotta, keju parmesan dan saus tomat serta menu melanzane grill.

Ada pula aneka menu barbeku, spageti, pasta, dan menu makanan penutup bergaya Italia, dolci.
Pizza dan kayu kopi Bersantap ala Italia tentu tak boleh melewatkan pizza, salah satu primadona di sini. Ada pizza nettuno yang dikenal unik sekaligus favorit. Wujudnya, pizza bergaya Italia klasik, tipis dengan taburan potongan tomat, keju mozarella, saus tomat serta udang dan cumi. Sebelum dijadikan taburan, daging udang dan cumi terlebih dahulu dimasak dengan aneka bumbu. Setelah matang, ditaburkan dan dipanggang bersama adonan pizza. Langkah itu dilakukan karena pemanggangan hanya dilakukan selama 5 menit.

Ada pula pizza Ada pula pizza romana dengan tambahan ikan asin di atasnya dan pizza nostronomo dengan taburan ikan tuna serta beraneka rupa pizza lainnya. Keju yang digunakan juga bisa dipilih: fresh ricotta atau keju edam. Seperti juga restoran pizza lainnya, pizza di Warung Italia juga bisa sampai ke depan pintu rumah setelah kita meneleponnya.

Aneka pizza itu dipanggang dengan cara tradisional menggunakan tungku bata khas Italia yang bisa dilihat langsung pengunjung. Bahan bakarnya, yakni kayu pohon kopi.“Agar aromanya juga sesedap rasanya,“ ungkap Iluh, sang pemilik Warung Italia yang juga ikut mengoperasikan tempat makan tersebut.

Harga membumi Menu buffet dibanderol Rp4 ribu-Rp22 ribu. Adapun pizza Rp55 ribu-Rp85 ribu per loyang. “Selama ini restoran Italia selalu dianggap mahal dan hanya bisa dinikmati masyarakat menengah atas. Jadi kami hadirkan dengan gaya warung dan harga terjangkau. Ya, ibarat wartegnya Eropa lah. Dengan uang Rp50 ribu bisa dapat tiga hingga empat jenis masakan,“ papar Iluh.
Untuk menjaga cita rasa orisinal Italia, bahan-bahan baku impor dari negeri yang kaya tradisi kuliner itu dihadirkan antara lain keju dan daging.

“Saya lebih baik memberikan harga murah tapi makanan terjual habis, dibandingkan menjual mahal, tapi terbuang,“ kata Iluh.

Iluh bermitra dengan sang suami, Antonio Marras, 55, pria asal Sardinia, Italia. Marras berpengalaman bekerja sebagai chef di negeri asalnya, sebelum akhirnya hijrah ke Bali pada 2000 silam dan menikah dengan Iluh yang asli Bali. Sebelum membuka Warung Italia, Antonio Marras sempat berbisnis di luar kuliner dan hanya memasak untuk teman-temannya saja. Dorongan kawan-kawannya dan istri yang memvalidasi kepiawaiannya di dapur, akhirnya membuat Warung Italia dibuka pada 2004.

Antonio Marras pun melakukan modifikasi rasa untuk menyesuaikan dengan selera masyarakat lokal. Kendati sebagian pasarnya adalah para ekspatriat dan pelancong, warga Bali pun bagian dari pelanggannya.

“Di sini ada sambal untuk menghadirkan rasa pedas,“ kata Iluh. Kini, Warung Italia itu menjadi salah satu destinasi wisata kuliner di Seminyak. Di sini, warga Italia, Prancis, Jepang, dan lokal bergabung menikmati Italia dalam gaya berbeda, terjangkau dan sedap. (M-3/MEDIA INDONESIA,23/03/2014, HAL:23)