Rabu, 02 April 2014

INFO ENAK Hijau, Sehat dan Segar

RUTINITAS itu telah menjadi bagian dari pagi Emilia E Achmadi. Clinical dietitian tersebut memulai harinya dengan menyeduh teh dengan tahapan serupa.

Air yang telah didihkan dibiarkan 15 menit hingga suhunya turun. Teh hijau kemudian ditambahkan, diseduh, lalu dibiarkan 5 menit. Cangkir keramik adalah yang terbaik kendati stainless steel tetap bisa digunakan.Hangat-hangat, teh diminum dan perempuan yang sempat menangani atlet-atlet nasional itu siap menempuh agendanya hari itu.

“Karena teh hijau itu kaya katekin dan asam amino sehingga bisa memacu hormon kortisol.
Dampaknya baik pada stimulasi fungsi saraf, kerja jantung, dan memperbaiki fungsi metabolisme sehingga berat badan bisa berkurang,“ kata Emilia dalam temu media yang digelar PT Indofood Asahi Sukses Beverage, perusahaan patungan IndonesiaJepang yang meluncurkan Ichi Ocha, merek minuman teh hijau dalam kemasan.

“Konsumsi 10 ons setara dengan 295 cc teh hijau setiap hari dipercaya mengabsorpsi arteri, lemak serta kolesterol. Otomatis menyehatkan arteri sehingga menimbulkan efek awet muda,“ kata Emilia.

Lihat komposisi Lalu, bagaimana jika Emilia tengah membutuhkan asupan minuman segar? Emilia menolak repot.
Ahli gizi itu mengaku tak terlampau fanatik dengan menghindari segala jenis makanan dan minuman siap saji. “Karena seperti halnya hidup, cara makan kita juga harus seimbang. Saya kira perlu juga makan di luar agar kita punya kehidupan sosial yang bagus,“ kata Emilia.

Minuman siap konsumsi berbahan teh, kata Emilia, juga masuk opsinya ketika membutuhkan minuman dingin. Hanya, sikap bertanggung jawab memelihara kesehatan tetap ditunaikan dengan memilih yang dinilainya berkomposisi terbaik.

“Salah satu pertimbangannya, bagaimana tehnya diolah, seharusnya bukan cuma rasa yang didapat, melainkan juga manfaat. Di rumah, saya hanya sekali menyeduh teh, jika masih kurang, gunakan teh baru. Karena manfaatnya sudah hilang. Begitu pula minuman kemasan, diseduh sekali, antioksidan, dan manfaatnya terjaga baik,“ kata Emilia.

Lalu, ketika gula ditambahkan, apakah itu manfaatnya tereduksi? Emilia menegaskan patokan buat mengukur asupan gula ideal buat orang dewasa dengan berat badan normal dan kondisi tubuh sehat adalah sebanyak 14 gram sehari.

“Setara dengan satu sendok makan. Kalau saya lihat di kemasannya, tak melebihi angka itu. Ya, melihat komposisi makanan atau minuman yang kita konsumsi adalah langkah bijak untuk memastikan komposisi gula salah satunya!“ kata Emilia.
(Zat/M-6/MEDIA INDONESIA,30/30/2014,HAL:23)