Rabu, 18 Juni 2014

Stok Beras Sangat Aman hingga 9 Bulan

Pengadaan beras dalam negeri sebanyak 1,62 juta ton yang melebihi target dari 1,54 juta ton.
BADAN Urusan Logistik (Bulog) Subdivre III Surakarta menjamin keberadaan pangan beras di wilayah Solo Raya selama sembilan bulan ke depan masih sangat aman, mengingat buffer stock masih mencapai 59 ribu ton.

“Persediaan di sembilan gudang sangat mencukupi untuk sembilan bulan ke depan.
Ini gabungan sisa tahun lalu dan serapan tahun ini. Jumlah akan terus bertambah karena tiap hari kita terus berjuang mengupayakan serapan beras petani, minimal 400 ton/hari,“ tegas Kepala Bulog Subdivre III Surakarta, Yudi Prakasa Yudha, kemarin.

Menurut dia, stok beras yang mendekati 60 ribu ton, sementara kebutuhan untuk pengadaan beras miskin (raskin) setiap bulan yang berkisar 6.600 ton, sangat cukup untuk dipergunakan selama sembilan ke depan. Bahkan meski jatah raskin dipercepat dengan cara penggandaan penerimaan, stok tetap mencukupi.

Yudha menambahkan, menjelang Ramadan ini pihaknya terus memantau beras di pasar karena sudah terjadi lonjakan meski masih normal dan jauh dari tekanan psikologis pembeli.

Harga terendah dari pantauan Bulog Subdivre III di sejumlah pasar tradisional, terutama di Pasar Legi yang menjadi pasar terbesar beras di Jateng, ialah Rp7.500/kg.

“Kami akan terus melakukan pemantauan supaya menjelang Ramadan hingga perayaan Lebaran nanti, harga beras tetap terkendali meski ada kenaikan.

Kalau nanti kenaikan sampai jauh di atas batas psikologis, yakni mencapai 20% di atas harga normal, ya akan kita gelontor beras Bulog, baik sebagai beras murah atau operasi pasar bersama pemda,“ tandas Yudha.
Masyarakat wilayah Subang, Jawa Barat, juga tidak perlu resah karena stok di Subdivre Bulog Subang bisa memenuhi kebutuhan hingga Ramadan dan Lebaran. Bulog menyiapkan 16.300 ton per hari.

“Per hari ini stok untuk (kebutuhan) Subang sebanyak 16.300 ton, Ketahanan stok sampai dengan kebutuhan untuk penyaluran Oktober,“ kata Wakil Ketua Subdivre Bulog, Budi Cahyanto, kemarin.

Harga beras kualitas terendah, imbuh Budi, saat ini di tiga pasar utama di Subang ditebus Rp6.750/kg. Untuk kualitas medium paling banyak dikonsumsi masyarakat rata-rata Rp7.250/ kg.
Tidak perlu impor Dari Malang, Menteri Pertanian Suswono menyatakan mungkin Bulog tidak perlu impor beras jika mampu memenuhi pengadaan hingga 2 juta ton.

“Setahu saya stok di Bulog 1,6 juta ton. Tinggal prediksi Bulog mampu pengadaan beras berapa? Bila mampu memenuhi 2 juta ton, tidak perlu impor,“ kata Mentan di Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian (Balitkabi), Malang, Jawa Timur, kemarin.

Ketersediaan stok pangan secara rinci akan didapat setelah dilangsungkan rapat koordinasi. “Kami baru akan rapat koordinasi besok untuk mendengarkan (stok pangan) secara riil di lapangan,“ tegas politikus PKS itu.

Lebih lanjut Mentan mengatakan Pekan Nasional KTNA XIV menjadi momentum untuk menguatkan pencapaian swasembada, diversifikasi pangan, peningkatan nilai tambah, dan peningkatan kesejahteraan petani.

Suswono mengungkapkan kesepakatan sidang kabinet Bukittingi pada 29 Oktober 2013 yakni produksi padi 76,57 juta ton gabah kering giling, jagung 20,82 juta ton pipilan kering, kedelai 1,50 juta ton biji kering, gula 3,45 juta ton, dan daging sapi/kerbau 0,66 juta ton karkas.

Namun, sering terjadi gejolak harga serta impor bawang merah dan cabai. Karena itu, target produksi 2014 direvisi untuk padi 73,16 juta ton gabah kering giling, jagung 20,09 juta ton pipilan kering, kedelai 1,26 juta ton biji kering, gula/tebu 2,79 juta ton, dan daging sapi/kerbau 462 ribu ton. (RZ/BN/N-4) Media Indonesia, 10/06/2014, halaman 12