Kamis, 27 Februari 2014

Beragam Manfaat Jahe

SEJAK ribuan tahun lalu, manusia telah mengenal dan memanfaatkan jahe (Zingiber officinale) dalam kehidupan sehari-hari. Selain sebagai bumbu makanan, jahe juga lazim digunakan sebagai obat sakit perut dan menghilangkan rasa mual.

Sebagai tanaman rimpang, jahe biasanya berbentuk seperti ruas jari yang bengkak pada bagian tengah. Warna dagingnya bermacam-macam-kuning, putih atau merah-tergantung varietasnya.
Daging jahe umumnya diselimuti kulit kecokelatan dengan ketebalan beragam, tergantung kapan ia dipanen.

Selain zat-zat lainnya, jahe umumnya memiliki tiga jenis kandungan utama yang baik bagi tubuh, yakni gingerol, shogaol, dan zingeron.
Ketiganya memiliki fungsi farmakologi dan fisiologis semisal efek antioksidan, antiinflammasi, analgesik, antikarsinogenik dan kardiotonik.

Secara tradisional, jahe diyakini merupakan obat alamiah bagi flu, pilek, sakit kepala, migrain, dan juga nyeri sendi akibat berolahraga. Jahe terutama ampuh dalam mengobati beragam jenis masalah pencernaan karena efek hangatnya mampu mengusir gas yang terdapat dalam usus besar.

Namun, khasiat jahe bukan hanya itu. Sejumlah studi juga menunjukkan manfaat jahe dalam mencegah beberapa jenis kanker. Dalam sebuah studi yang digelar University of Michigan Medical School beberapa waktu lalu misalnya, diketahui bahwa jahe dapat mengurangi peradangan pada usus besar dalam jangka waktu 1 bulan.

Menurut Suzanna M Zick, salah satu peneliti yang terlibat dalam studi yang dipublikasikan di Cancer Prevention Research Journal tersebut, berkurangnya peradangan berimbas pada turunnya risiko kanker usus besar.

“Ketertarikan terhadap khasiat jahe akan meningkat sebagaimana orang-orang akan terus mencari tahu cara-cara mencegah kanker dan meningkatkan kualitas hidup mereka dengan efektif dan murah,“ kata Zick seperti dikutip Medicalnewstoday.com.

Dalam studi yang digelar University of Michigan Comprehensive Cancer Center pada 2006 lalu, diketahui bahwa jahe mampu mencegah agar sel-sel kanker tidak resistan terhadap pengobatan.

Bahkan, dalam studi yang dipublikasikan `Nutrition and Cancer Journal' Januari lalu dikutip di laman Care2.com menyebutkan bahwa kandungan gingerol pada jahe diketahui dapat memperlambat pertumbuhan tumor dan meningkatkan kemampuan tubuh menghancurkan selsel kanker prostat.

Selain antikanker, sejumlah studi menunjukkan bahwa kandungan unsurunsur alamiah pada jahe juga punya berkhasiat meningkatkan kesehatan kadiovaskular, menurunkan kolesterol buruk pada tubuh dan mampu membunuh Helicobacter pylori, bakteri yang kerap menjadi penyebab utama penyakit maag kronis.

Khusus di Indonesia, jahe umumnya diyakini sebagai obat seribu penyakit.

Sebagai obat luar, daging jahe yang dihaluskan biasa ditempelkan pada kulit untuk menghilangkan bekas luka atau koreng dan atau pada dahi untuk menurunkan demam.
Sementara sebagai asupan, rimpang jahe bisa dimakan langsung atau direbus dan diminum, semisal wedang jahe atau teh.

Jahe juga bisa `diselipkan' sebagai salah satu bahan untuk beragam makanan, semisal kue, permen dan beragam jenis sup.
Untuk khasiat maksimal, ekstrak jahe juga bisa dikombinasikan dengan madu, beras kencur atau bahan-bahan alami lainnya.
(Deo/S-25/ Media Indonesia, 26/02/2014)